Translate

Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2014

Nasionalisme dalam Novel 5 cm Karya Donny Dhirgantoro Analisis Strukturalisme

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat menarik karena faktorkeanekaragamannya, mulai darisuku, budaya, agama, bahasa, warna kulit, dan sebagainya. Sebagai sebuah negara, keanekaragaman Indonesia dapat diilustrasikan dengan bentuk tanganmanusia yang memiliki lima jari. Kelima jarimanusiamemiliki bentuk yang berbeda-beda,tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu mempermudahmanusia dalammenyelesaikan suatupekerjaan.Lima jari manusia akan berfungsi secara maksimal apabila kelima jari tersebutbersatu danbekerja sama. Begitu juga dengan keanekaragaman yang ada di negara Indonesia, walaupun berbeda-beda suku, budaya, agama,bahasa, warna kulit, dan sebagainya, warganegaraIndonesia harustetap bersatu dan bekerja sama untuk mewujudkan sikap kebangsaanyang kuat.
Nasionalisme berasal dari katanation yang berarti negaraatau bangsa, ditambahakhiranisme yang berarti:(a) suatu sikap ingin mendirikan negara bagi bangsanya sesuaidengan paham/ideologinya, (b) suatu sikap ingin membela tanah air/negara dari penguasaandan penjajahan bangsa asing, (Budiyono, 2007: 208). Menurut Smith (2003: 10) nasionalismeadalah suatu ideologi yang meletakkan bangsa di pusat masalahnya dan berupayamempertinggi keberadaannya. Nasionalisme sebagai manifestasi kecintaan dan kesetiaantertinggi kepada tanah air, negara, dan bangsamerupakan modal dasar bagi pembentukan negara dan karakter bangsa.
Kata sya’ab, qaum, ummah banyak digunakan Alquran untuk merujuk maknabangsa. Kata sya’ab yang menjadi kata tunggaldarisyu’ubantercantumdalam Alquran padasuratAl Hujurat ayat 13 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
”Wahai manusia kamisesungguhnya telah menciptakan kamu dari seseorang laki-laki dan seorang perempuan, dan kamimenjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantarakamu disisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah MahaMengetahui lagiMaha Mengenal”.
Bangsa dalam pengertian politik menurut Dault(2005: 2) adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam.
Semangat kebangsaan atau nasionalisme dari suatu bangsa tidak dapat dilepaskandari hasrat bangsa itu dalammewujudkan arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa tersebut. Nasionalisme merupakan sikap politik dan sosial dari kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita, dan tujuan. Hal itu diutarakan pula oleh Soekarno (1964: 3) yang mengatakan bahwa nasionalisme adalah suatu iktikad; suatu keinsyafan rakyat bahwa rakyat itu ada satu golongan, satu bangsa.
Menurut Soekarno (1964: 5) semangat kebangsaan atau nasionalisme secara tersirat telah lahir sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Semangat seperti itu terbelah-belah pada saat Indonesia dijajah oleh Belanda. Jiwa kebangsaan hanya terlihat sebagai jiwa persatuan satu daerah atau satu kepulauan. Semangat kebangsaan itu secara keseluruhan mempunyai satu tujuan, yaitu mengusir penjajah dari negeri tumpah darah kita ini, Indonesia. Akan tetapi, wujud nasionalisme seperti itu bersifat lokal. Rasa kebangsaan secara nyata baru dilakukan pada tahun 1908, yaitu Budi Utomo. Bentuk dan arah nasionalisme kita pada saat itu didasari oleh kesatuan wilayah, kesatuan keinginan, kesamaan nasib, dan kesamaan hal-ihwal. Kesamaan itu diarahkan pada usaha mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Itulah yang terlihat dalam nasionalisme sebelum kemerdekaan Indonesia.
Bagaimana bentuk semangat kebangsaan atau nasionalisme pada masa kini? Tampaknya nasionalisme telah mengalami pergeseran makna. Barangkali rasa kebangsaan kita kini telah ternodai atau terancam oleh berbagai faktor dari luar dan dari dalam negeri sendiri. Apakah memang dalam bentuk dan arah seperti sekarang inikah nasionalisme yang kita idamkan untuk membawa bangsa ini ke arah masyarakat yang adil dan makmur?
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945 yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan, keselamatan bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan, menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa, menumbuhkan sikap saling mencintai manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berani membela kebenaran dan keadilan, merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia, dan menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Karya sastra adalah sebuah hasil ciptaan manusia. Sastra tumbuh dan berkembang karena peranan manusia. Sebuah karya sastra pada dasarnya berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan masyarakat, termasuk persoalan-persoalan sosial. Nasionalisme merupakan bagian daripersoalan sosial, karenamenyangkut tentang kehidupan masyarakatdalam berbangsa dan bernegara. Masalah nasionalisme sering diangkat dalam cerita yangberbentuk novel, salah satunya adalah novel5 cm.
Novel5 cm.adalah novel karya Donny Dhirgantoro, yang diterbitkan oleh Grasindopada tahun 2005. Novel ini menceritakan tentang perjalanan lima orang bersahabat yakniArial, Riani,Zafran, Ian, dan Genta. Novel ini mengajarkan tentang harapan, impian, tekad,cinta, dan persahabatan. Novel inimencetak rekor buku laris di Gramedia Bookstoreselama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2012, novel ini diadaptasi menjadisebuah film dengan judul yang sama5 cm.
Novel5 cm. adalah novel yangmengangkat nilai nasionalisme. Dalam noveltersebut terdapat nilainasionalisme yang dapat menjadi titik balik bagi segenap pemudaIndonesia untuk kembalimenancapkan nilai nasionalismedi dalam benak dan hatimereka,yang dewasa ini mungkin terkontaminasi oleh pengaruh-pengaruh yang datangnyadari luarmaupun dari dalam negerinya sendiri.
Nasionalisme kita seakan muncul dengan paksaan yaitu ketika ada serangan atauadaancaman dari pihak luar, kita baru bersatu teguh mengganyang negarayang bersangkutan.Nasionalisme bangsa Indonesia terjadi pasang surut akibat pengaruh global yang telah mendarah daging dalam jiwa generasi Indonesia. Dalam kenyataannya, kini rasa nasionalismekultural dan politik sudah mengkhawatirkan dalam kehidupan keseharian kita.
Nasionalisme merupakan suatu paham yang berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsepidentitas bersama untuk sekelompok manusia. Permasalahan yang menarik untukdikaji dan diteliti dalam penelitianini adalah nasionalisme yang terdapatdalam novel5 cm.
1.2  Rumusan Masalah
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang terarah, maka diperlukan suatu rumusanmasalah. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimanakah strukturyang membangun nilainasionalisme dalam novel5 cm. karya Donny Dhirgantoro?
Bagaimanakah bentuk nasionalisme yang terdapat dalam novel5 cm.karyaDonny Dhirgantoro
1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan suatu penelitian haruslah jelas mengingat penelitian harus mempunyai arah dan tujuan yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini adalah :
  1. Menganalisis struktur yang membangun nilainasionalisme dalam novel5 cm.karya Donny Dhirgantoro.
  2. Menganalisis bentuk nasionalisme yang terdapat dalam novel5 cm. karya DonnyDhirgantoro.

1.4  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
  1. Memperluas khasanah ilmu pengetahuan terutama bidang bahasa dan sastra Indonesia, khususnya dalammenganalisis novel dengan teori strukturalisme.
  2. Memahamimakna nasionalisme secara lebih luas.
  3. Memberikan masukan kepada mahasiswa untuk mengkaji dan menelaah novel.
  4. Menambahreferensi danmembantu pembaca dalammemahamimakna yangterdapat dalam karyasastra.


Skripsi ini terdiri dari BAB I sampai dengan BAB V Full. Untuk pengunjung blog saya bisa ini yang ingin mendapatkan contoh skripsi ini sebagai bahan pembelajaran maupun referensi dalam  menyusun skripsi anda dapat menghubungi pengelola blog ini.

Analisis Gaya Bahasa Kiasan Pada Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Karya sastra merupakan hasil karya seni kreatif manusia yang objeknya adalah dirinya, orang-orang di sekitarnya dan kehidupannya, dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya (Semi, 1988 : 8). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa karya sastra dan masyarakaat tidak bisa dilepaskan, karena permasalahan yang terungkap dalam karya sastra adalah manusia dan aktivitasnya. Hal ini sejalan dengan ungkapan bahwa sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat.
            Karya sastra diciptakan oleh pengarang atau sastrawan untuk dinikmati, dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan sebagai pencipta karya sastra jelas mengharapkan karya-karyanya dapat dinikmati oleh pembaca sastra, tidak hanya bermaksud pembaca mengetahui apa yang ia sampaikan lewat karyanya, tetapi pengarang juga ingin mengajak pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pengarang.
            Sejalan yang dikemukakan oleh Fananie (2000 : 6), bahwa karya sastra yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik yang berdasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna. Refleksi perwujudan nilai estetik dalam suatu karya sastra jelas lebih jauh dari hanya sekedar keserasian, keutuhan, dan kegemilangan. Estetika harus mampu memberikan rasa puas dan senang, karena estetika tidak mungkin lepas dari rasa dan emosi.
Karya sastra yang berisi pemikiran, ide-ide, kisahan dan amanat penutur dapat berkomunikasi dengan peminat sastra, apabila mereka mampu mengapresiasikannya. Untuk dapat mengapresiasi karya sastra dengan baik pada diri peminat, tentulah harus ada keingintahuan yang tinggi terhadap karya sastra. Hal itu dapat dipupuk misalnya dengan menumbuhkan dan mengembangkan minat untuk mengenal dan menghayati secara intensif karya sastra itu. Upaya mengapresiasi (mengenal dan menghayati) karya sastra dapat ditempuh misalnya dengan menumbuhkan dan mengembangkan minat baca ataupun mendengarkan pembacaan karya sastra, peminat harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup luas.
Salah satu bagian dari karya sastra adalah karya fiksi. Fiksi berasal dari kata “fiction” yang dalam kamus Hornby berarti rekaan, khayalan, cabang sastra yang meliputi cerpen, novel, dan roman. Sedangkan di Indonesia fiksi disebut dengan ”cerkan” (cerita rekaan). Ahmad (dalam Zulfahnur, 1996:24) mengemukakan bahwa cerkan adalah sebuah tulisan naratif yang timbul dari imajinasi pengarang yang tidak mementingkan segi fakta sejarah. Sejalan dengan pendapat diatas, Simposium (dalam Semi, 1988:31) mengatakan bahwa cerita rekaan yaitu cerita dalam prosa, hasil olahan pengarang berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaianya tentang peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi, ataupun pengolahan tentang peristiwa-peristiwa yang hanya berlangsung dalam khayalannya. 
Novel merupakan hasil karya sastra yang membutuhkan tokoh cerita, alur, dan latar serta memerlukan gaya bahasa. Pemakaian gaya bahasa pada karangan yang bersifat sastra sangat penting, karena adanya suasana yang hidup, berjiwa estetis. Bahasa merupakan sarana yang terpenting dalam karya sastra, di dalam sebuah cerita seorang pengarang tentu berharap agar buah karyanya dapat dipahami dan dinikmati oleh pembacanya. Olah karena itu, tidak ada seorang pengarang pun yang tidak ingin menunjukan identitas karya-karya yang dihasilkanya, Setiap pengarang ingin dirinya dikenali karena karyanya.
           Di dalam imajinasinya, pengarang berupaya memilih kata-kata yang bagus dan baik untuk ditata didalam rangkaian kalimat yang sederhana. Ia memadukan kata-kata sehingga terdapat bahasa yang indah yang dapat menarik minat pembaca. Dengan kata lain, berhasil tidaknya bahasa pengarang justru tergantung dari kecakapannya mempergunakan gaya bahasa yang serasi dalam karya ciptaannya.
Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa gaya bahasa merupakan pembawaan pribadi, melalui gaya bahasa pengarang hendak memberikan bentuk terhadap apa yang dipaparkannya. Jadi secara tidak langsung gaya bahasa menggambarkan sikap dan karakteristik seorang pengarang dalam setiap karya yang diciptakannya
Salah satu karya sastra atau karya fiksi yang dapat dianalisis adalah novel. Novel merupakan wujud pengarang untuk mengungkapkan segala permasalahan yang terjadi, baik kejadian yang dialami dirinya sebagai pengarang maupun kejadian yang dialami orang lain diluar pengarang.
Dalam penelitian ini penulis mengambil novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama sebagai bahan untuk dianalisis. Novel ini merupakan salah satu karya fiksi yang mendapatkan perhatian dari kalangan pengamat sastra. Melalui novel Ranah 3 Warna yang berkualitas ini, semakin mengukuhkan peran Ahmad Fuadi dalam penulisan fiksi Indonesia. Kepiawaian Ahmad Fuadi dalam mengarang tampak dalam struktur cerita-ceritanya, gaya bahasa dan  ide-idenya  yang  mengalir secara santai di hadapan mata batin kita.
Penelitian kali ini, penulis mencoba mengkaji gaya bahasa kiasan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Dilihat dari judul, novel ini sudah menunjukan daya tarik tersendiri. Dikatakan demikian, karena pada umumnya judul sebuah karya sastra tidak berupa pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan. Akan tetapi, Ahmad Fuadi dengan kreatifitas yang dimilikinya, berusaha menghadirkan sebuah karya yang memberikan nilai tersendiri kepada pembaca. Kandungan pertanyaan pada judul, cukup menarik perhatian pembaca, sehingga dapat menimbulkan rasa ingin tahu pada setiap pembaca. Dengan demikian, judul novel merupakan salah satu daya tarik penulis meneliti novel ini.   
Sebagai seorang pengarang, Ahmad Fuadi ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa yang ditulisnya berkaitan dengan kejadian dalam kehidupan sehari-hari, baik kejadian dalam keluarga, pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, kabar biasa atau kabar mengejutkan yang dapat disuguhkannya menjadi sebuah cerita fiksi, dengan penggunaan gaya bahasa yang dimengerti sekaligus diberi keindahan dan pemikiran seperti dalam novelnya yang berjudul Ranah 3 Warna. Selain itu, Ahmad Fuadi juga mendapatkan penghargaan nominasi khatulistiwa literary award 2010, serta Penulis dan Fiksi terfaforit, Anugerah Pembaca Indonesia 2010, dan National Best Seller.
Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi ini menyajikan cerita dengan gaya bahasa yang indah. Berdasarkan pembacaan awal, gaya bahasa yang banyak digunakan pengarang adalah gaya bahasa kiasan. Adapun contoh gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi ini adalah sebagai berikut:

Amak yang duduk ditengah seperti induk ayam yang meneduhi anak-anaknya yang kuyu kehujanan. Safya si bungsu yang sangat lengket dengan ayah terus memegang lengan ayah, air matanya melimbak-limbah membentuk sungai kecil yang seakan-akan tidak mau putus dan tidak ingin kering. . (R3W:95). 

Ini merupakan ungkapan rasa kesedihan yang sangat dalam yang dirasakan oleh Alif atas meningalnya ayahnya.

Setiap tetes dingin hujan terasa menghujam kulitku. Aku berlari menyeret kakiku melintas jalan setapak yang dikelilingi belukar menuju jalan besar. (R3W:120)

Ini merupakan ungkapan keteguhan hati Alif dalam mengarungi perjalanan hidup yang  dijalaninya.
Berdasarkan hal di atas, penulis perlu mengungkapkan hal yang berkenaan dengan gaya bahasa kiasan tersebut. Melalui kajian gaya bahasa ini diharapkan dapat diungkapkan secara persis bentuk gaya bahasa kiasan yang digunakan pengarang.
1.2  Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah jenis gaya bahasa kiasan yang digunakan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Sekaligus untuk mengetahui fungsi gaya bahasa kiasan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama yang merupakan buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara tahun 2011 sebanyak 473 halaman.
1.3  Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah
  1. Gaya bahasa kiasan apa saja yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi?
  2. Bagaimanakah fungsi gaya bahasa kiasan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi?

1.4  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah
  1. Menganalisis gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi
  2. Menjelaskan fungsi gaya bahasa kiasan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi

1.5  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
  1. Membantu guru bahasa dan sastra Indonesia dalam kegiatan pengajaran sastra  dengan menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu sumber pengetahuan dan materi mengajar sastra
  2. Menambah wawasan pembaca mengenai aspek gaya bahasa kiasan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi


Skripsi ini terdiri dari BAB I sampai dengan BAB V Full. Untuk pengunjung blog saya bisa ini yang ingin mendapatkan contoh skripsi ini sebagai bahan pembelajaran maupun referensi dalam  menyusun skripsi anda dapat menghubungi pengelola blog ini.

Analisis Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Novel Garuda Di Dadaku Karya Salman Arito

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setelah berhasil mempertahankan kemerdekaan,  persoalan nasionalisme di Indonesia tidak berhenti begitu saja. Demikian juga dalam sastra Indonesia. Nasionalisme bergeser kembali dalam bentuk wacana, karena pengaruh perubahan global, nasionalisme mengalami perubahan penafsiran. Dunia global  yang memaksa setiap individu dalam Negara merekonstruksi kembali Nasionalisme (Tamba, 2008:1). Sedangkan menurut Mangunwijaya (dalam Tamba, 2008:1) sebagai sastrawan memunculkan persoalan-persoalan baru dalam Nasionalisme tersebut melalui kedua novelnya, yaitu “Burung-Burung Manyar (1983) dan Burung-Burung Rantau (1993) menawarkan pemikiran-pemikiran tentang nasionalisme”. Namun sekarang ini ikatan nasionalisme tumbuh di tengah  masyarakat  saat pola fikirnya mulai merosot. Ikatan  ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ (Tamba, 2008:1).
Menurut Ricklefs, (2001:1) peran nasionalisme ini bukan sebagai satu paham yang harus mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan cara
mewujudkan suatu konsep, melainkan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Kerukunan antar umat beragama dan kepedulian masyarakat bangsa terhadap kemiskinan itu adalah salah satu contoh peran nasionalisme yang harus kita rasakan ini. Tapi disisi lain, masalah demi masalah yang timbul pada bangsa yang terus menjadi-jadi, disebabkan karena kurangnya rasa nasionalisme.
Kurangnya rasa nasionalisme ternyata membawa dampak atau pengaruh yang cukup besar terhadap keutuhan bangsa. Seperti halnya penurunan moral pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang disebabkan oleh kurangnya apresiasi dan penghayatan perjuangan para tokoh sehingga terlena dengan kemerdekaan serta pengaruh dari hilangnya spirit kemerdekaan di dalam jiwa generasi muda adalah pemerintah dalam menumbuhkan sikap Cinta Tanah Air lewat pendidikan fisik, terutama  melalui  pendidikan sejarah. Hal ini terlihat dari pendapat Kartinah (2010:1).
“Salah satu contoh bahwa kata nasionalisme hanya sekedar ucapan belaka, dan tidak ada penerapan sama sekali: (1). Para pemuda-pemudi tidak ada lagi gairah untuk membangun negeri ini (2). Kehidupan individualis masyarakat yang sangat terlihat sekali di perkotaan, sehingga selogan fraternite yang artinya persaudaraan sudah tidak terlihat dan yang terakhir, di tambah denga Negeri kita sendiri yang tidak lagi menjadi tuan untuk rumah sendiri, yang seperti halnya barang-barang hampir semuanya produk luar negeri baik itu barang-barang kecil ataupun besar”.
Jadi kurangnya rasa nasionalisme itu membawa dampak buruk yang cukup besar dan itu mempengaruhi kesatuan dan kedaulatan bangsa, sehingga begitu pentingnya rasa nasionalisme pada masyarakat agar terciptanya masyarakat adil dan makmur. Rasa nasionalisme yang tinggi dan perjuangan terhadap bangsa Indonesia sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat, selain itu tanpa adanya rasa nasionalisme terhadap bangsa, maka nasib bangsa Indonesia akan terancam. Raharja (2009:1) menyatakan:
“Kondisi Nasionalisme suatu bangsa akan terpancar dari kualitas ketangguhan pada bangsa tersebut dalam menghadapi berbagai ancaman. Dengan nasionalisme yang tinggi, kekhawatiran akan terjadinya ancamanan terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa jiwa patriotisme tidak mungkin ada. Namun ada juga cara lain untuk membangkitkan nasionalisme, yaitu: 1) Yang harus dilakukan adalah membentuk karakter dan mental Nasionalisme kita untuk menolak segala permainan uang berserta paradigmanya, yang merugikan rakyat. 2) Membentuk atau mewujudkan suatu organisasi dan pergerakan yang berkarakter, tegas bahwa radikal dalam menolak dan melawan segala bentuk permainan uang dan segala yang akan menciptakan disetigrasi di Negara kita, karena perjuangan melawan segala bentuk imperialisme adalah sebuah perjuangan yang global dan universal”.
Salah satu jenis karya sastra yang diciptakan oleh seorang sastrawan adalah novel. Jasin (1982:70) menyatakan: “Novel menceritakan tentang suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang terlahir konflik suatu pertikaian yang mengalahkan nasib mereka”.
Novel merupakan salah satu media bagi pengarang untuk mengungkapkan segala permasalahan yang sedang terjadi, baik kejadian dialami oleh dirinya sebagai pengarang maupun kejadian yang dialami oleh orang di luar diri pengarang.
Dalam karya sastra fiksi, biasanya pengarang ingin menyampaikan suatu pesan atau nilai yang terkandung di dalam suatu novel dengan tujuan untuk memberikan suatu semangat yang digambarkan oleh si pengarang. Sehingga pembaca mampu mengetahui makna yang terkandung didalamnya.
Salah satu karya yang memiliki nasionalisme kenegaraan terdapat pada novel Garuda di Dadaku karya Salman Aristo. Karya tersebut merupakan karya kedua dari Trilogi Garuda di Dadaku yang merupakan sebuah novel yang berceritakan tentang persahabatan yang baik, imajinatif dan menarik yang memiliki unsur nilai nasionalisme terhadap bangsa Indonesia. Karya sastra ini telah diangkat dalam layar lebar yang merupakan suatu seni yang berkembang amat pesat di dunia hiburan.
Dengan melihat sifat nasionalisme kenegaraan yang digambarkan oleh pengarang pada novel ini jelas terlihat pada judul yang diangkat oleh pengarang yaitu Garuda di Dadaku, dimana pengarang juga melampirkan sesuatu lirik lagu yang bertema Nasionalis yang berjudul sama dengan judul novel yang diangkat oleh pengarang yaitu Garuda di dadaku karya group band Netral. Namun pada kenyataannya lirik “Garuda di Dadaku” digubah oleh Ferry Indrasjarief, ketua The Jakmania yang saat itu, menjabat sebagai asisten manajer Persija. Kemudian vokalis dan bassis Netral, Bagus Dhanar Dhana, menambahkan beberapa lirik pada awal aransemen. Sementara notasi lagunya sendiri disinyalir diadaptasi dari lagu “Apuse” yang nota bene adalah folk song dari Papua.  (Aristo, 2009:142)
“Reff: Garuda di Dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin hari ini pasti menang …
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang …”
Melihat sifat nasionalisme kenegaraan yang digambarkan pengarang pada novel Garuda di Dadaku, pengarang mampu menggambarkan semangat dan cintanya terhadap Indonesia yang dituliskan dalam sebuah karyanya oleh pengarang dalam novel Garuda di Dadaku. Dengan bangkitnya semangat nasionalisme bangsa Indonesia saat ini, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menunjukkan kecintaannya terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Salah satunya dunia persepak-bolaan Indonesia yang tengah bangkit dan maju di dunia Internasional.
Dengan melihat sifat nasionalisme inilah yang mendorong peneliti untuk menganalisisnya. Karena novel ini mampu memberi semangat dalam meraih mimpi, serta memiliki suatu cerita yang inspiratif dan menarik untuk dibaca oleh penikmat karya sastra. Novel ini bertemakan kecintaan terhadap dunia persepak-bolaan Indonesia yang sudah jarang ditemukan di dunia kesastraan, sehingga peneliti memilih novel ini untuk dipilih sebagai objek penelitian dan sepengetahuan penulis novel ini belum pernah diteliti.
1.2  Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah nasionalisme kewarganegaraan, etnis, budaya, dan kenegaraan. Namun dalam hal ini, peneliti hanya membatasinya pada nilai-nilai nasionalisme kenegaraan si penulis, yang tergambar pada tokoh cerita yang terdapat pada novel Garuda di Dadaku karya Salman Aristo.
1.3  Rumusan Masalah
Bagaimana nilai-nilai nasionalisme kenegaraan yang tedapat pada novel  Garuda di Dadaku karya Salman Aristo?
1.4  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian  ini  untuk mendeskripsikan nilai-nilai Nasionalisme kenegaraan yang terdapat dalam novel Garuda di Dadaku karya Salam Aristo.
1.5  Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk:
  1. Memberikan informasi dan wawasan tentang nasionalisme kenegaraan,  khususnya untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
  2. Agar mahasiswa dapat mencontoh dan meneladani nilai-nilai yang dianggap baik dalam novel Garuda di Dadaku karya Salam Aristo.
  3. Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi penelitian yang sejenis terutama yang berhubungan dengan nilai-nilai nasionalisme.
  4. Bagi peneliti sendiri, penelitian ini sangat bermanfaat sekali terutama dalam meningkatkan semangat nasionalisme terhadap bangsa.


Skripsi ini terdiri dari BAB I sampai dengan BAB V Full. Untuk pengunjung blog saya bisa ini yang ingin mendapatkan contoh skripsi ini sebagai bahan pembelajaran maupun referensi dalam  menyusun skripsi anda dapat menghubungi pengelola blog ini.

Analisis Gaya Bahasa Pada Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sama dengan karya seni yang lain, karya sastra merupakan suatu karya yang artistik. Karya sastra dan karya seni lainnya juga hasil dari imajinasi yang dituangkan penciptanya dalam berbagai bentuk karya sebagai karya yang bernilai estetis atau mengandung keindahan pada unsur-unsur pembentuknya. Suatu bentuk artistik dalam karya sastra terdapat pada unsur bahasa yang digunakan pengarang yang diciptakan dengan unsur kebahasaan yang beragam.
Dengan adanya nilai-nilai artistik pada karya sastra maka akan menarik minat pembaca dalam menikmati suatu karya sastra. Para pembaca akan merasakan seolah-olah berada dalam karya tersebut dengan imajinasi yang diceritakan pengarang. Dengan gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam karyanya membuat para pembaca juga tidak merasa jenuh.
Karya sastra merupakan perwujudan dari pengamatan pengarang tentang realitas kehidupan. Realitas kehidupan tersebut dapat berupa pemikiran keadaan dan kehidupan sosial suatu masyarakat, peristiwa:peristiwa, ide dan gagasan, serta nilai-nilai yang diamanatkan pencipta lewat tokoh-tokoh cerita. Dengan demikian, melalui karya sastra pembaca dapat memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang manusia, dunia, dan kehidupan.
Karya sastra lahir tidak bisa dilepaskan dari pengarangnya dan sebaliknya, pengarangpun tidak bisa pula terlepas dari keadaan dan kenyataan yang ada disekitarnya, untuk mengetahui hal itu, kita perlu menelaah karya sastra tersebut. Gaya atau style pengarang akan mewarnai karya yang dihasilkannya. Dalam karya sastra, gaya pengarang tersebut dikenal sebagai unsur gaya bahasa. Gaya bahasa adalah cara pengucapan bahasa dalam prosa atau bagaimana cara pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan (Nurgiyantoro, 2010:276).
Salah satu jenis dari karya sastra adalah karya fiksi. Fiksi berasal dari kata ”fictio atau fictum”  yang berarti membentuk, membuat, mengadakan dan mencipta ( Tarigan dalam Elyusra, 2007). Secara umum karya fiksi dibedakan atas tiga macam bentuk yang meliputi cerita pendek (cerpen), novel, dan roman. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas isi dan struktur karya tersebut.
Novel menceritakan kehidupan yang terjadi dalam masyarakat seperti masalah sosial yang tercakup didalamnya masalah agama, adat istiadat, pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain. Pada aspek sarana pengucapannya, cerita berbentuk prosa dalam ukuran yang luas, plot yang kompleks, karakter yang banyak, tema yang kompleks. Setiap pengarang senantiasa mengembangkan unsur-unsur pembangun karya sastra tersebut secara maksimal.
Pengarang novel kesusastraan Indonesia salah satu diantaranya yaitu  Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik yang selalu menyajikan karya-karya sastra yang menggugah jiwa pembaca dan memberi begitu banyak pencerahan kepada pembaca untuk berupaya menjadi insan yang lebih baik. Pengarang menyuguhkan cerita dengan bahasa yang membuat pembaca tertarik untuk membaca tiap lembar yang ada.
Salah satu karya Kang Abik adalah novel yang berjudul Bumi Cinta. Novel yang berjudul Bumi Cinta (selanjutnya disingkat BC) ini masih merupakan novel dengan kisah romansa religius yang tetap mengusung predikat sebagai novel pembangun jiwa, sebagaimana novel-novel Kang Abik sebelumnya yaitu Ayat-Ayat Cinta (AAC) dan Ketika Cinta Bertasbih (KCB).
Berbeda dengan novel sebelumnya AAC yang bersetting di Mesir, kali ini Kang Abik mencoba mengeksplorasi keindahan bumi Rusia, khususnya kota Moskow. Pengarang menceritakan seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas, seorang mahasiswa pascasarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai kehidupan umat islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.
Di Rusia Muhamad Ayyas disambut oleh teman lamanya Devid. Devid inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan uang yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata Devid hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Teman seapartemennya adalah dua orang wanita Rusia yang jelita.
Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri pada novel AAC yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon pada novel KCB  yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya hampir dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.
Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.
Pada akhir cerita novel ini membuat pembaca harus menyimpulkan sendiri apa yang terjadi pada tokoh Ayyas. Karena pengarang tidak menyampaikan langsung akhir dari cerita. Sehingga akhir cerita diserahkan kepada pembaca.
Berdasarkan hasil pembacaan awal oleh peneliti, kisah di atas dituturkan pengarang dengan gaya bahasa yang dapat meneteskan air mata, tersenyum bahagia, rasa yang penuh amarah, perasaan kesal dan bingung pun akan terekspresi oleh pembaca. Seperti pada kutipan novel BC ini:
“ Saya Muhammad Ayas. Mahasiswa dari Indonesia” Jawab Ayas.
“ Pasti Muslim,”
“ Benar”
                  “ Ternyata  benar,  banyak  sekali  penganut  agama primitif itu.” Desis
                     Linor   dengan   nada   mencela.   Kata:kata   Linor   membuat   Ayas
                     tersentak bagai disengat kalajengking. (BC:54)
                       
“ Hanya  kepalanya  yang   nampak  sesekali  menggeleng  ke  kiri  dan 
ke  kanan  seolah  mengiringi  suara  mobil  tua  yang sesekali seperti
meraung dan terbatuk batuk” (BC:15).
                       
“ Stasiun itu seumpama istana di bawah tanah” (BC:65)

Gaya bahasa pada kutipan di atas  menggunakan gaya bahasa kiasan persamaan atau Simile yaitu perbandingan  yang bersifat eksplisit bahwa ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Pada kutipan (BC:54) membandingkan dengan langsung antara kata-kata yang diucapkan oleh Linor itu bahwa muslim adalah agama primitif lalu Ayas tersentak bagai disengat kalajengking. Kata tersentak sama artinya dengan 1.tertarik kuat-kuat;tercababut, 2.terbangun atau tersadar tiba-tiba (dari tidur, lamunan, dan lain sebagainya) karena terkejut ketika disengat oleh binatang kalajengking (Depdikbud, 2007:1039).
Pada kutipan (BC:15) terdapat perbandingan secara langsung antara kata seperti meraung dan terbatuk-batuk dengan seseorang yang sudah tua yang terkena penyakit tua. Pada kutipan (BC:56) membandingkan secara langsung kata seumpama istana di bawah tanah dengan sesuatu yang megah dan indah yang terdapat di bawah tanah.
Gaya bahasa kiasan persamaan atau simile pada kutipan di atas dengan baik dapat menjalankan fungsinya sebagai ekspresi pribadi penulisnya dalam menghadapi dan menyikapi pokok masalah dengan mengelola kata-kata dengan penggunaan bahasa yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa unsur gaya bahasa novel Bumi Cinta merupakan unsur yang kompleks karena menyuguhkan bahasa yang variatif yang menarik minat pembaca. Makna karya tersebut dapat diperoleh pembaca apabila pembaca dapat memahami gaya bahasa yang digunakan pengarang, oleh sebab itu kajian terhadap pemakaian gaya bahasa dalam karya sastra tersebut merupakan suatu hal yang penting dilakukan.

1.2  Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini pada aspek bahasa (stilistika) yang merupakan bagian dari linguistik yang mengkaji wacana sastra, memusatkan perhatiannya pada variasi penggunaan bahasa dan mengkaji cara sastrawan memanipulasi dengan arti memanfaatkan unsur dan kaidah yang terdapat dalam bahasa dan efek apa yang ditimbulkan oleh pengguna itu. Cakupan stilistika yaitu diksi, struktur kalimat, majas (gaya bahasa), citraan, pola rima, mantera yang digunakan seorang sastrawan atau yang terdapat dalam karya sastra (Sudjiman, 1993:13:14).
Berdasarkan pembacaan awal yang telah penulis lakukan, aspek gaya bahasa yang menarik untuk dikaji adalah pemanfaatan majas (gaya bahasa) yang dipilih pengarang untuk mewakili maksud dan tujuan pengarang. Dengan demikian, penelitian ini dibatasi pada pemakaian majas (gaya bahasa) yang terdapat dalam karya dimaksud khususnya pada gaya bahasa kiasan.
1.3  Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang dikemukakan di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah:
1. Jenis gaya bahasa kiasan apa sajakah yang digunakan oleh pengarang pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy?
2. Bagaimanakah fungsi gaya bahasa kiasan yang digunakan oleh pengarang pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy?
1.4  Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang tepat, rinci, dan mendalam tentang :
1.      Pendeskripsian jenis gaya bahasa kiasan yang digunakan oleh pengarang pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
2.      Pendeskripsian fungsi gaya bahasa kiasan yang digunakan oleh pengarang pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
1.5  Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Masyarakat peminat sastra dalam memahami atau menginterpretasi karya sastra, khususnya melalui pengkajian unsur gaya bahasa yang digunakan pengarang.
2. Peneliti lain, sebagai pembanding dalam melanjutkan atau membahas sisi lain dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
3.  Memberi masukan kepada guru atau calon guru bahasa Indonesia dalam memberikan pelajaran apresiasi sastra, khususnya yang berhubungan dengan gaya bahasa.

Skripsi ini terdiri dari BAB I sampai dengan BAB V Full. Untuk pengunjung blog saya bisa ini yang ingin mendapatkan contoh skripsi ini sebagai bahan pembelajaran maupun referensi dalam  menyusun skripsi anda dapat menghubungi pengelola blog ini.

Selasa, 16 September 2014

Perancangan dan Analisis Kekuatan Konstruksi Mesin Tekuk Plat Hidrolik

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini mengalami  kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi itu tidak terlepas dari dukungan  dunia industri manufaktur dimana terdapat industri besar maupun industri kecil  dan menengah. Industri kecil menengah ataupun bengkel produksi yang sedehana, masih  menggunakan alat atau mesin yang terbatas penggunaannya. Sebagai contoh  adalah proses pengerjaan plat, masih banyak bengkel yang memproduksi plat  dengan profil tekuk secara manual. Industri kecil masih melakukan penekukan  plat masih dengan menggunakan palu dan landasan besi sebagai alas. Hal tersebut  akan banyak menghabiskan waktu dengan hasil yang kurang terjamin kualitas.  Plat yang ditekuk bisa saja sobek/cacat saat pemukulan selain itu kepresisian dan tampilan benda kerja kurang terjamin.
Bengkel yang mengerjakan penekukan plat besar sudah tidak menggunakan  proses manual. Kebanyakan sudah menggunakan mesin universal dengan sistem  press secara pneumatik dan hidrolik untuk mempercepat proses produksi dan  meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Mesin tekuk ini dapat  menghasilkan produk dalam skala besar sehingga produk yang dihasilkan lebih  cepat dibandingkan dengan manual. Hal tersebut bisa merebut pasar indusrti kecil  yang tak mungkin bersaing dengan mesin yang harganya terlalu mahal dan jauh  lebih efisien. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas maka penulis merancang mesin  tekuk plat dengan mekanis hidrolik agar dapat mempercepat proses produksi  dengan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan manual. Walaupun rancangan  ini belum mampu bersaing dengan mesin tekuk universal, namun diharapkan  mesin rancangan ini dapat meningkatkan effisiensi waktu dan tenaga untuk  menghemat biaya produksi bengkel sederhana. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan mesin tekuk yang kemudian  akan dibuat pemodelan tiga dimensi dari hasil rancangan mesin tekuk plat lalu akan dianalisis fungsi dan kekuatan konstruksinya menggunakan perangkat lunak Solidwork 2012, agar rancangan mesin dapat direalisasikan. Hasil akhir penelitian berupa rancangan gambar kerja produksi untuk pembuatan mesin tekuk plat.
B.     Rumusan masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : bagaimana membuat rancangan mesin tekuk plat hidrolik.
C.    Batasan Masalah
Untuk membatasi ruang lingkup Tugas Akhir ini, maka diberikan batasan sebagai berikut:
  1. 1Jenis material plat yang akan ditekuk adalah mild steel atau setara dengan DIN St 37 dengan kekuatan maksimal tegangan luluh (y ) = 220 N/mm2  dan tegangan tarik (u) = 360 N/mm2
  2. Dimensi maksimal material plat yang akan ditekuk adalah 2400 mm x 1200 mm dengan ketebalan maksimal 7 mm .
  3. Proses pengerjaan tekuk dilakukan dengan proses pengerjaan dingin, dengan sudut penekukan 90ยบ.
  4. Pengujian dan analisis kekuatan konstruksi rancangan mesin tekuk berupa simulasi dengan pendekatan perangkat lunak.
  5. Pengaruh pengelasan pada sambungan komponen dianggap baik dan seragam.

D.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mendapatkan rancangan mesin tekuk plat dengan spesifikasi material yang dikerjakan sesuai pada batasan masalah.
  2. Untuk mengetahui kekuatan konstruksi rancangan mesin tekuk plat sehingga rancangan mesin dapat direalisasikan

Skripsi ini terdiri dari BAB I sampai dengan BAB V full. Untuk pengunjung blog ini yang ingin mendapatkannya sebagai bahan referensi penyusunan skripsi dapat menghubungi pengelola blog ini. Terima kasih.

Kamis, 11 September 2014

Analisis Manajemen Stres Kerja Pada Wartawan Bidang Kriminal PT. Surat Kabar Radar Bengkulu

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, karyawan adalah kekayaan (asset) utama perusahaan, sehingga harus dipelihara dengan baik. Melalui SDM yang efektif mengharuskan manajer atau pimpinan dapat menemukan cara terbaik dalam mendayagunakan orang – orang yang ada dalam lingkungan perusahaannya agar tujuan – tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu perusahaan, departemen SDM membantu para pimpinan memperoleh, mengembangkan, memanfaatkan, mengevaluasi, dan mempertahankan, jumlah dan jenis hak karyawan (Rivai, 2004 :11)
Oleh karena itu, SDM yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan. Namun, pada kenyataannya dengan perkembangan ekonomi yang cepat, perampingan perusahaan, PHK, merger, dan bangkrutnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari krisis yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi ribuan bahkan jutaan tenaga kerja. Dari penyebab faktor lingkungan internal ini, karyawan harus rela dipindahkan ke bagian yang sangat tidak mereka kuasai dan tidak tahu berapa lama lagi mereka akan dapat bertahan atau dipekerjakan. Selain itu mereka harus menghadapi manajer baru, pengawasan yang ketat, tunjangan kesejahteraan berkurang dari sebelumnya, dan harus bekerja lebih lama dan lebih giat demi mempertahankan status sosial ekonomi keluarga. Para pekerja di setiap level mengalami tekanan dan ketidakpastian. Situasi inilah yang seringkali memicu terjadinya stres kerja. Kita semua tahu bahwa stres kerja ini kerap menjangkiti banyak pihak di tempat kerja. Dari sejumlah penjelasan para ahli, stres kerja ini bisa menimbulkan dampak baik, tapi sekaligus buruk bagi yang bersangkutan dan organisasi atau perusahaan. Orang yang terkena stres kerja (dengan catatan, tidak bisa menanggulanginya) cenderung jadi tidak produktif, tidak tertantang untuk menunjukkan kehebatannya, secara tidak sadar malah menunjukkan kebodohannya, malas-malasan, tidak efektif dan tidak efisien, ingin pindah tetapi tidak pindah-pindah, dan seterusnya. Secara kalkulasi manajemen, tentu saja ini merugikan organisasi. Apalagi jika si penderita stres kerja ini jumlahnya banyak di suatu tempat (Rini, 2002).
Sebuah studi terhadap 46.000 karyawan menyimpulkan bahwa tekanan dan depresi dapat menyebabkan karyawan mencari perawatan medis untuk masalah fisik dan psikologis yang tidak jelas dan nyatanya dapat mengarah kepada kondisi kesehatan yang lebih serius. Biaya perawatan kesehatan pekerja yang mengalami tekanan tinggi adalah 46% (Dessler, 2007: 296)
Adapun dari berbagai faktor lingkungan eksternal dapat mengarah kepada tekanan pekerjaan. Ini meliputi jadwal kerja, kecepatan kerja, keamanan pekerjaan, rute ke dan dari pekerjaan, jumlah dan sifat pelanggan atau klien. Bahkan kebisingan termasuk orang yang berbicara dan bunyi dering telepon, berkontribusi kepada tekanan: 54% dari pekerja kantor dalam survei terbaru mengatakan bahwa kebisingan demikian sering menganggu mereka (Dessler, 2007: 296). Tekanan ini sangat memicu karyawan, begitu juga dalam kinerja wartawan. Wartawan merupakan karyawan bagi perusahaan pers. Kinerja mereka tidak sama dengan karyawan yang ada diperusahaan lain. Jam kerja yang tidak pasti dan kondisi lingkungan eksternal yang kurang mendukung.
Profesi wartawan tidak mengenal jam kerja yang pasti. Karena itu, ada yang menyatakan bahwa jam kerja wartawan adalah 24 jam. Artinya, jam berapa pun atau sedang apapun, apabila mendengar sebuah informasi, seperti kebakaran, kereta api terguling, pesawat jatuh, perampokan atau tragedi lainnya seorang wartawan yang baik harus mengejar sumber berita tadi. Kejadian seperti ini tidak selalu terjadi pada saat jam kerja di siang hari, tapi bisa berlangsung tengah malam tatkala ia tengah beristirahat di tempat tidurnya (Aceng, 2001 : 32).
Wartawan memiliki keahlian yang berbeda, oleh sebab itu wartawan mempunyai tugas sesuai dengan bidangnya. Wartawan di PT. Surat Kabar Kota Bengkulu ada 11 wartawan yang ditugaskan pada bidang olahraga, pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya dan kriminal. Pada bidang kriminal memiliki tugas terberat daripada bidang yang lain karena luas wilayah yang tercover sangat luas serta keberagaman kasus yang ditangani. Kriminal adalah suatu tindakan yang ada ketentuannya dalam undang–undang. Dan masing–masing negara berbeda. Kriminal juga bisa berarti perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat (Anderson, 1998 : 5) Wartawan yang bertugas di bidang kriminal menghadapi kasus yang beraneka ragam karena bukan hanya tindakan pidana tapi peristiwa kebakaran, bencana alam merupakan tugas mereka. Dalam istilah jurnalistik disebut plotting.
Stres ditentukan pula oleh individunya sendiri, sejauh mana ia melihat situasinya sebagai penuh stres. Reaksi-reaksi psikologis, fisiologis, dan dalam bentuk perilaku terhadap stres adalah hasil dari interaksi situasi dengan individunya yang mencakup ciri-ciri kepribadian yang khusus dan pola-pola perilaku yang didasarkan pada sikap, kebutuhan, nilai-nilai, pengalaman masa lalu, keadaan kehidupan dan kecakapan (antara lain inteligensi, pendidikan, pelatihan, pembelajaran). Dengan demikian, faktor-faktor dalam diri individu berfungsi sebagai faktor pengaruh antara rangsang dari lingkungan yang merupakan pembangkit stres potensial dengan individu. Faktor pengubah ini yang menentukan bagaimana, dalam kenyataannya, individu bereaksi terhadap pembangkit stres potensial. Orang yang berkepribadian introvert bereaksi lebih negatif dan menderita ketegangan yang lebih besar daripada mereka yang berkepribadian extrovert, pada konflik peran. Kepribadian yang flexible (orang yang lebih terbuka terhadap pengaruh dari orang lain sehingga lebih mudah mendapatkan beban yang berlebihan) mengalami ketegangan yang lebih besar dalam situasi konflik, dibandingkan dengan mereka yang berkepribadian rigid.
Kecakapan seseorang merupakan variabel yang ikut menentukan stres tidaknya suatu situasi yang sedang dihadapi, Jika seorang pekerja menghadapi masalah yang ia rasakan tidak mampu ia pecahkan, sedangkan situasi tersebut mempunyai arti yang penting bagi dirinya, situasi tersebut akan ia rasakan sebagai situasi yang mengancam dirinya sehingga ia mengalami stres. Ketidakmampuan menghadapi situasi menimbulkan rasa tidak berdaya. Sebaliknya jika merasa mampu menghadapi situasi orang justru akan merasa ditantang dan motivasinya akan meningkat.
Wartawan merupakan karyawan yang memiliki multi talenta. Mulai dari manajemen kerja, waktu, ketrampilan menulis, maupun kecakapan dalam berinteraksi. Hal ini memudahkan wartawan dalam mengelola stres. Namun, tetap didukung kebijakan perusahaan. PT. Surat Kabar Radar Bengkulu merupakan salah satu perusahaan pers yang bergerak di dunia pers dan penerbitan. Pasca masa reformasi dunia pers semakin marak, baik dalam tingkatan nasional maupun lokal. Demikian juga dengan profesi wartawan, banyak digeluti para aktivis pergerakan, masyarakat lokal maupun para akademisi. Dalam menghadapi persaingan dunia pers tersebut maka perusahaan harus meningkatkan kualitas penerbitan, yang mana hal ini terkait dengan kemampuan wartawan dalam mengolah suatu berita yang lebih baik dari perusahaan pers lainnya. Jika wartawan bekerja secara optimal, maka akan diperoleh kualitas penerbitan yang tinggi, begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dipandang perlu untuk mengadakan penelitian guna mengetahui: analisis manajemen stres kerja pada wartawan bidang kriminal pt. Surat kabar radar bengkulu, karena apabila melihat waktu kerja profesi wartawan sangatlah padat. Hal ini memicu wartawan pada kondisi stres. Gejala gejala stres yang muncul jika tidak segera ditangani maka akan berakibat pada stres kerja yang dapat menurunkan daya tahan tubuh dan berkurangnya konsentrasi dalam bekerja. Padahal disisi lain, wartawan dituntut untuk aktif dalam proses penerbitan terutama pencarian berita demi mencapai tujuan perusahaan pers.
1.2 Rumusan Masalah
Dari Latar belakang diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Faktor apa saja yang menyebabkan stres kerja pada wartawan bidang Kriminal PT. Surat Kabar Radar Bengkulu ?
  2. Upaya apa yang dilakukan wartawan Bidang Kriminal PT. Surat Kabar Radar Bengkulu dalam mengelola stres kerja?
  3. Upaya apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Surat Kabar Radar Bengkulu dalam mengelola stres kerja wartawan bidang wartawan bidang kriminal?

1.3 Tujuan Penelitian
  1. Untuk Mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan stres kerja pada wartawan Bidang Kriminal PT. Surat Kabar Radar Bengkulu
  2. Untuk Mengetahui upaya yang dilakukan wartawan Bidang Kriminal PT. Surat Kabar Radar Bengkulu dalam mengelola stres kerja
  3. Untuk Mengetahui upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Surat Kabar Radar Bengkulu dalam mengelola stres kerja wartawan bidang kiminal

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna bagi berbagai pihak antara lain:
  1. Bagi Peneliti, Dengan penelitian ini, diharapkan mampu menambah wawasan dan pengetahuan serta mampu memahami berbagai macam sifat dan karakteristik wartawan pada suatu perusahaan pers.
  1. Bagi Akademisi, Penelitian ini diharapkan mampu menjalin kerjasama antara pihak akademisi dengan pihak praktisi. Serta mampu memberikan tambahan khazanah keilmuan di perpustakaan Universitas.
  1.  Bagi Praktisi, Bisa memberikan masukan kepada praktisi berupa informasi tentang penyebab stres kerja yang dialami wartawan. Sehingga stres kerja yang ada bisa diminimalisasikan dengan berbagai strategi manajemen stres kerja.
Skripsi ini terdiri dari BAB 1 sampai dengan BAB V Full